Renungan Firman : KEJUJURAN DI HADAPAN…

Renungan Firman :

KEJUJURAN DI HADAPAN ALLAH
“Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.” (Bilangan 21:7)
Sekelompok guru muda sedang menjalani ujian efisiensi rutin. Ketika mereka sampai pada bagian tiga, mereka menemukan sebuah daftar panjang judul buku dan pengarang. Petunjuknya berbunyi demikian, “Telitilah judul-judul mana yang telah anda baca”. Ketika tim penguji memeriksa lembaran-lembaran jawaban para guru itu, mereka menemukan bahwa sepertiga dari para guru telah membaca hampir setiap buku dalam daftar itu. Yang lainnya bahkan telah membaca setiap judul dalam daftar itu. Hal ini sama sekali tidak membuktikan bahwa para guru itu adalah pembaca yang baik. Malah justru membuktikan bahwa kebanyakan dari mereka adalah pembohong, karena 25 dari 50 buku yang terdaftar sebenarnya tidak pernah ada. Ke-25 judul tersebut semata-mata hasil rekaan para penguji untuk memeriksa kejujuran dan efisiensi para guru.

Cerita di atas bercerita tentang pentingnya makna kejujuran. Bukan hanya dalam suatu ujian atau test, kejujuran juga diperlukan bagi setiap orang yang beriman. Sesungguhnya kita mengimani, bahwa Allah yang kita sembah itu adalah Allah yang Maha tahu. Akan tetapi, kita tidak boleh memahami kejujuran tidak diperlukan, khususnya dalam relasi kita dengan Allah. Seperti bangsa Israel yang sangat sering mendustai Allah, sehingga mereka harus merasakan banyak penderitaan dari ganjaran dari kebohongan atau ketidakjujuran yang mereka perbuat di hadapan Allah. Dalam Bilangan 21:7 ini, bangsa Israel mendapat ganjaran/hukuman dari Allah karena mereka selalu menjahati dan mendustai Allah. Sehingga, mereka datang kepada Musa, mereka mengakui dan jujur atas segala kejahatan yang telah mereka lakukan, agar ganjaran/hukuman itu tidak berlaku lagi bagi mereka.

Kejujuran di hadapan Allah, adalah keterbukaan kita kepada-Nya untuk memohon murah hati Allah kepada kita. Terkadang kita lebih memilih tidak jujur sehingga hidup yang kita jalani adalah hidup yang dipenuhi dengan kebohongan atau kemunafikan. Kita merasa hidup seperti di dalam sebuah ganjaran/hukuman, kita juga akan merasa mengapa Allah begitu jauh dari kita. Saudara-saudari yang terkasih, kejujuran di hadapan Allah adalah dasar bagi kita untuk diperbaharui Allah melalui murah hati dan pengampunan yang berasal dari-Nya. Dia adalah Allah yang Maha Tahu, tidak ada suatu apa pun yang tersembunyi di hadapan Allah. Semuanya akan disingkapkan, termasuk segala dosa dan pelanggaran kita kepadaNya. Untuk itu, datang lah ke hadapan Allah dengan penuh kejujuran dan keterbukaan, maka Allah akan menolong kita. Amin.

Doa: Ajari kami ya Yesus, untuk menjadi pribadi yang jujur dan terbuka di hadapan Allah. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Kejujuran di hadapan Allah akan membawa kita kepada kemurahatian Allah”.

This entry was posted in facebook. Bookmark the permalink.