MERENUNGKAN SENGSARA YESUS KRISTUS M…

MERENUNGKAN SENGSARA YESUS KRISTUS
MERENUNGKAN SENGSARA YESUS KRISTUS

Hari telah larut malam. Yudas Iskariot si murid pengkhianat telah pergi. Setelah selesai merayakan Perjamuan Terakhir di Ruang Atas di Yerusalem dengan menyanyikan sebuah nyanyian pujian (lihat Mat 26:30), Yesus dan para murid meninggalkan kota, kemudian menuruni lereng bukit dan menyeberangi Sungai Kidron menuju Bukit Zaitun. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya (lihat Yoh 18:1-2). Jarak antara kota Yerusalem dan tempat tujuan diperkirakan sekitar sekitar 1,7 km yang ditempuh dengan berjalan kaki selama setengah jam, karena keadaan lapangan yang tidak sama dengan jalan di dataran dan juga karena dilakukan pada malam hari.

Sepanjang perjalanan itu Hati Yesus mengalami kesedihan mendalam dan kemungkinan besar rombongan kecil itu jalan beriring-iringan tanpa banyak bicara. Yang dilakukan mereka adalah menghaturkan doa-doa pribadi dalam keheningan. Tidak seperti biasanya, perjalanan Yesus dan para murid kali ini berkurang dengan satu orang. Iblis telah menguasai salah seorang murid-Nya. Selagi Yesus dan rombongan yang dipimpin-Nya mendekati lembah Kidron, Yudas Iskariot sedang pergi mengatur pengkhianatannya, sementara Yesus sedang menuju Getsemani, sebuah taman tempat produksi minyak zaitun. Di sana buah-buah zaitun diperas dengan alat peras sehingga menghasilkan minyak zaitun. Di sana pula Allah sendiri bermaksud untuk memperlakukan Anak-Nya seperti buah zaitun dalam sebuah alat peras.

Yesus adalah Gembala Baik yang sungguhan, yang dalam kasih-Nya yang begitu agung melihat bahaya yang mengancam kawanan domba-Nya. Inilah sebabnya mengapa Yesus memperingatkan para murid-Nya bahwa Dia berusaha menolong dan mempersiapkan mereka. Yesus tidak membawa serta mereka ke dalam taman Getsemani tanpa sekali lagi berbicara mengenai serangkaian peristiwa mengerikan yang segera akan dimulai, agar supaya mereka menyiapkan diri.

NUBUAT YESUS

Ketika rombongan kecil itu sampai di kaki Bukit Zaitun, Yesus bernubuat: “Malam ini kamu semua akan terguncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai” (Mat 26:31; bdk. Za 13:7). Yesus sangat rindu untuk mempersiapkan para murid-Nya, tidak hanya pada malam itu sebelum pertempuran Getsemani dimulai. Sebelumnya berkali-kali Yesus juga sudah memperingati mereka tentang hal-hal yang akan terjadi dengan diri-Nya.

Kata-kata Yesus ini sungguh memecah keheningan malam seperti bunyi halilintar. Reaksi Petrus: “Biar pun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak” (Mat 26:33). Yesus berkata kepada-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali” (Mat 26:34). Kata Petrus kepada-Nya, “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lain pun berkata demikian juga (Mat 26:35).

Setelah itu Yesus tidak berkata apa-apa lagi, namun Ia memimpin para murid-Nya menuju taman Getsemani. Kata Gethesemane berarti alat pemeras zaitun. Alat produksi minyak zaitun itu barangkali disimpan di dalam sebuah gua, dan salah satunya masih dapat lihat di bukit itu.

This entry was posted in facebook. Bookmark the permalink.