MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK. RENUNGAN Saat…

MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK.

RENUNGAN Saat Teduh : Matius 7:24-27; Efesus 2:8-10
Alkitab menjelaskan bahwa kita diselamatkan karena kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus, dan keselamatan itu kita terima dengan iman.
Itu bukan hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah; itu bukan hasil pekerjaan kita, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa memegahkan diri di hadapan-Nya (Ef. 2:8-9).
Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik, tetapi kita diselamatkan untuk melakukan perbuatan baik.
Alkitab menyatakan bahwa orang-orang percaya, yang diselamatkan oleh anugrah Allah, diciptakan baru dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik (Ef. 2:10).
Bukan perbuatan baik yang menyelamatkan, tetapi perbuatan baik itu merupakan salah satu tanda dari orang yang telah diselamatkan.
Sebab barang siapa yang ada di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru (2 Kor. 5:17) dan Roh Kudus terus berkarya dalam dirinya untuk menghasilkan buah Roh (Gal. 5:22-23). Allah, melalui Roh Kudus, telah mengaruniakan firman-Nya kepada kita. Firman Tuhan adalah sarana yang dipakai Roh Kudus untuk menolong kita bertumbuh dalam iman, serta berbuah dalam karakter dan pekerjaan yang baik.
Firman Tuhan mengajarkan kebenaran untuk meneguhkan iman, dan sekaligus menegur dan membetulkan perbuatan yang salah, serta menolong kita melakukan hal-hal yang benar (2 Tim. 3:16).
Orang-orang percaya adalah orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan melakukannya. Agar iman dan perbuatan dapat terintegrasi dengan baik, maka hendaknya kita tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku firman. Firman Tuhan bukan hanya untuk didengar lalu dilupakan, melainkan untuk dihayati dan dilakukan (Yak. 1:21-25; 2:17).
Tuhan Yesus mengibaratkan orang yang mendengarkan firman-Nya dan melakukannya serperti orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak rubuh, karena didirikan di atas batu (Mat. 7:24-25).
Orang yang mendengar Firman-Nya dan tidak melalukannya diibaratkan seperti orang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Karena dasarnya labil, maka rumah itu rubuh berantakan dan berat kerusakannya (Mat. 7:26-27).
Ingatlah firman Tuhan: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22).

God bless you.

This entry was posted in facebook. Bookmark the permalink.